Gejolak Nafsu (bagian 02)

Sambungan dari bagian 01 Enam bulan kemudian, Marina dan Ria meninggalkan kota kecilnya. Mereka ikut Om Jalil ke Jakarta. Om Jalil belum lama mereka kenal, tetapi mereka tidak peduli, mereka menginginkan hidup lebih baik ketimbang di kota kecilnya sendiri. Mereka tahu nasib apa yang bakal mereka terima di Jakarta nanti, diserahkan pada seorang germo yang …

Baca selengkapnyaGejolak Nafsu (bagian 02)

Bercumbu Dengan Ibuku (Lesbian)

Aku adalah penulis cerita “AKU DAN TANTE-TANTE”, “AKU DAN CHINTYA”, “KISAH AMBAR” dan “AKU, AMBAR DAN ULLY”. Setelah selesai menulis cerita tentang ibuku, aku membacanya sambil menghayati. Tanganku meremas kedua payudaraku sendiri. Kemudian kulanjutkan dengan melepas satu persatu kancing bajuku sehingga bajuku terbuka tetapi belum kulepaskan. Tanganku lalu melepas BH yang kupakai. Aku menjadi leluasa …

Baca selengkapnyaBercumbu Dengan Ibuku (Lesbian)

Ciuman Dari Mama

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Akupun bergegas keluar dari kamarku, langsung melangkahkan kakiku menuju kamar orangtuaku. Untuk menemui mama. Namaku Adi. Sedari kecil, aku mempunyai rutinitas yang selalu dilakukan sebelum tidur malam. Aku biasanya akan mendapatkan ciuman selamat malam dari mama. Kadang di ruang keluarga sehabis menonton televisi, kadang mamaku yang datang ke kamarku, …

Baca selengkapnyaCiuman Dari Mama

Ayahku Tercinta (bagian 01)

Pertama kali aku ingin mengenalkan diriku sebagai Caroline. Aku sekarang ingin menceritakan pengalaman pertamaku sehingga aku menjadi menyukai berhubungan seks dengan laki-laki yang lebih tua 10-15 tahun dariku. Aku adalah seorang wanita yang berusia 20 tahun di tahun 2000 ini. Ibuku adalah asli orang Indonesia karena dia dilahirkan di Bandung sedangkan ayahku adalah pendatang dari …

Baca selengkapnyaAyahku Tercinta (bagian 01)

Ayahku Tercinta (bagian 02)

Sambungan dari bagian 01 Ketika aku mandi, terlupakan sudah perasaan menggantung tadi, meskipun kadang-kadang kalau secara tidak sengaja saat mandi, menyabuni selangkanganku terasa begitu nyaman. Tiba-tiba saja rasa was-was muncul di hatiku, jangan-jangan aku mengidap kelainan (maksudku ayahku kan hampir 20 tahun lebih tua dariku, dan aku bernafsu padanya!). Atau mungkin hanya karena ‘itunya’ Ayahku …

Baca selengkapnyaAyahku Tercinta (bagian 02)

Anakku, Sarana Pelampiasanku

Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan seks. Sayangnya suamiku sudah uzur, kami beda umur hampir 15 tahun, sehingga dia tidak lagi dapat memberi kepuasan kepadaku. Dan bukan salahku pula kemudian aku mencari pelampiasan pada pria-pria muda di luar, untuk memenuhi hasrat seks-ku yang kian menggebu di usia kepala 3 ini. Namun sepandai-pandainya aku …

Baca selengkapnyaAnakku, Sarana Pelampiasanku